Home » » Pentingnya Ilmu menurut Al Quran dan Hadits

Pentingnya Ilmu menurut Al Quran dan Hadits

Diterbitkan Oleh Hamam pada hari Minggu, 19 Mei 2013 | 13.49


Islam adalah agama yang menjunjung tinggi peran akal dalam mengenal hakikat segala sesuatu. Begitu pentingnya peran akal, sehingga bahkan dikatakan bahwa tak ada agama bagi orang yang tak berakal, dengan akal yang telah sempurna itulah maka Islam diturunkan ke alam semesta. Melalui akal, manusia – dengan proses berpikir – berusaha memahami berbagai realitas yang hadir dalam dirinya, sehinga manusia mampu menemukan kebenaran sesuatu, membedakan antara haq dan bathil. Sehingga dapat dikatakan bahwa akal dan kemampuan berpikir yang dimiliki manusia adalah fitrah manusia yang membedakannya dari makhluk yang lain.
Wahyu pertama yang diberikan kepada Rasulullah saww bahkan telah memerintahkan beliau saww untuk membaca, dan membaca tak mungkin dilakukan tanpa menggunakan akal.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahapemurah. Yang mengajar dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al Alaq [96]: 1–5)
Begitupun dalam kisah penciptaan Nabi Adam as, Allah Swt mengajarkan “nama-nama” kepada beliau as, yang dengannya Adam as mengetahui sesuatu. Dengan akal yang dimilikinya, Adam as mencerap pengetahuan “nama-nama” yang Allah Swt ajarkan padanya.
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama itu jika kamu mamang orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Mahamengetahui lagi Maha Bijaksana." Allah Swt berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama itu, Allah Swt berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, serta mengetahui yang tampak dan yang tersembunyi?" (Q.S. Al Baqarah [2]: 31-33)
Rasulullah Muhammad saww, diutus ke muka bumi untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan dan kebodohan yang menjerat manusia ke dalam lumpur kesesatan dan kezhaliman dengan membawa Kitab dan Hikmah untuk diajarkan kepada manusia, sehingga dengannya manusia mampu melangkah di jalan yang diridhai Allah Swt, terhindar dari kesesatan dan meraih kebahagiaan sejati. Seperti dikatakan dalam Al Quran Al Majid Surat Al Jumu’ah: 2;
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Q.S. Al Jumu’ah [62]: 2)
Begitu juga dalam surat Al Anam: 50, Allah Swt berfirman,
Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan?" (Q.S. Al An’am [6]: 50)
Allah Swt pun mempertegas dalam Al Qur’an Suci surat Al Faathir: 19, berbunyi : "Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat." (Q.S. Al Faathir [35]: 19)

    Buta huruf terkadang diidentikkan dengan kebodohan, karena membaca adalah salah satu cara manusia untuk mendapatkan pengetahuan pada dirinya. Sehingga jika seseorang tak dapat membaca, maka pengetahuan yang seharusnya bisa ia dapatkan dari membaca pun tak mampu ia pahami. Kebodohan pun diidentikkan dengan kegelapan, karena orang yang tak berilmu diumpamakan ia berada dalam kondisi yang gelap – bagaikan mengalami kebutaan, tak mengenal cahaya, sehingga tak mengetahui segala sesuatu yang ada di hadapannya. Sementara ilmu sering diibaratkan dengan cahaya yang menuntun manusia kepada kebenaran, yang dengannya tersingkaplah hijab yang menutupi manusia.
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) atau orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Q.S. Az Zumar [39]: 9)
Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?" Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". (Q.S. Ar Ra’d [13]: 16)

Allah menganugerahkan Hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakal yang dapat mengambil pelajaran. (Q.S. Al Baqarah [2]: 269)
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Ahzab [33]: 34)
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran, (Q.S. Ar Ra’d: 19)
Hadits Nabi saww,
Rasulullah keluar dan menuju ke masjid dan tiba-tiba beliau menemukan terdapat 2 majelis di dalamnya. Yang satu majelis tentang pemahaman tentang keilmuan. Majelis yang lainnya adalah majelis doa. Kemudian beliau berkata, “Mana yang lebih baik diantaranya? Yang satu menyeru kepada Allah Swt, sementara yang lain mengajarkan orang-orang yang bodoh. Sesungguhnya yang kedualah yang lebih afdhal.” Beliau melanjutkan, “Dengan ilmulah aku diutus.” Kemudian beliau duduk bersama majelis yang menuntut ilmu.
Imam Ali as berkata kepada Kumayl,
“Wahai Kumayl, tidak ada gerak melainkan kamu perlu kepada ilmu.”
Imam Ali pun berkata,
“Hilangnya penglihatan mata lebih ringan daripada hilangnya penglihatan bathin.”

Dikisahkan bahwa seseorang dari kaum Anshar kepada Nabi saww, dan berkata, “Wahai Rasulullah, apabila ada jenazah dan juga di saat yang bersamaan terdapat majelis ta’lim, mana yang seharusnya aku hadiri?“ Rasulullah saww bersabda, “Jika untuk jenazah ada orang yang sudah mengikuti dan mengkafankannya, maka menghadiri majelis orang alim lebih afdhal dari 1000 jenazah, dan lebih baik dari menziarahi 1000 orang sakit, dan bahkan lebih baik dari 1000 rakaat shalat malam, dan lebih baik dari 1000 hari puasa sunnah, dan lebih baik dari 1000 dirham yang engkau shadaqahkan kepada anak-anak miskin, dan lebih baik dari 1000 haji yang sunnah, dan lebih baik dari 1000 peperangan selain yang diwajibkan –baik dengan harta dan jiwamu, dan di mana saja kau menemukan majelis-majelis seperti ini, hadirilah. Jika kamu mengetahui bahwa Allah Swt itu ditaati dengan ilmu, disembah dengan ilmu, dan kebaikan dunia dan akhirat bersama ilmu. Dan kejelekan dunia dan akhirat bersama dengan kebodohan.”
Dari Imam Ali, “Janganlah kamu menyampaikan berita yang kamu tak ketahui.”
Dari Imam Ali, “Hendaknya kalian (mendapatkan ilmu) dengan penelitian, tidak dengan riwayat.”
Dari Imam Ali, “Ilmu adalah asal segala kebaikan.”
Hadits dan Ayat  tentang Kewajiban Menuntut Ilmu- Orang yang mempunyai ilmu mendapat kehormatan di sisi Allah dan Rasul-Nya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengarah agar umatnya mau
menuntut ilmu, seperti yang terdapat dalam Qs Al Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
Artinya :
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)
Share this article :

0 komentar:

Berikan Komentarmu

Beritahu kami apa yang Anda pikirkan... !

Facebook Like

 
Support : Creating Website | Masfirhania Family | Hamam
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2017. Mastur Blog's - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Masfirhania Family